Kesenian Sulawesi Tengah
Musik dan tarian di Sulawesi Tengah bervariasi antara daerah yang
satu dengan lainnya. Musik tradisional memiliki instrumen seperti
suling, gong dan gendang. Alat musik ini lebih berfungsi sebagai hiburan
dan bukan sebagai bagian ritual keagamaan. Di wilayah beretnis Kaili
sekitar pantai barat - waino - musik tradisional - ditampilkan ketika
ada upacara kematian. Kesenian ini telah dikembangkan dalam bentuk yang
lebih populer bagi para pemuda sebagai sarana mencari pasangan di suatu
keramaian. Banyak tarian yang berasal dari kepercayaan keagamaan dan
ditampilkan ketika festival.
Tari masyarakat yang terkenal adalah Dero yang berasal dari
masyarakat Pamona, kabupaten Poso dan kemudian diikuti masyarakat
Kulawi, kabupaten Donggala. Tarian dero khusus ditampilkan ketika musim
panen, upacara penyambutan tamu, syukuran dan hari-hari besar tertentu.
Dero adalah salah satu tarian dimana laki-laki dan perempuan berpegangan
tangan dan membentuk lingkaran. Tarian ini bukan warisan leluhur tetapi
merupakan kebiasaan selama pendudukan jepang di Indonesia ketika Perang
Dunia II.
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar